Assalamu’alaykum..
Tadi sekitar jam 8.30 am, aku ke Kiara Condong untuk mengantar teman sekamarku pulang ke kampung halamannya. Karena malas pulang sendirian, aku ngajak Isa dan Arif untuk menemaniku, mereka satu motor berdua. Sepanjang jalan menuju Stasiun tidak ada kejadian yang terlalu menarik, hingga tibalah kami di Stasiun, lalu temanku turun, dan tak lama aku pun berangsur pulang. Saat pulang ada 3 motor, aku, kk riko, dan Isa-Arif. Waktu pulang kk Riko uda duluan dari kami, sewaktu sampai dan berhenti di perempatan Samsat dekat Carrefour, tiba-tiba saja gas motor yang ku kendarai naik sendiri dan tak kunjung turun. Aku coba matikan motornya, lalu hidupkan lagi, namun tetap jua seperti sebelumnya. Terakhir ku coba, gasnya masih meninggi, lalu ku goyang-goyang motornya, tanpa tau apa efek goyangan tersebut, tiba-tiba saja motornya mati. Ku pikir motornya uda kembali seperti sedia kala, tapi sungguh diluar dugaan, motornya malah ga mau hidup. Sampai lampu merah berubah ke hijau, tetap saja motornya masih bungkam. Puluhan kali coba ku hidupkan, sampai kakiku lelah, tetap saja tak ada perubahan berarti, akhirnya motornya ku dorong ke seberang perempatan.
Saat itu semua terjadi, Isa-Arif bersamaku sampai lampu hijau menyala lalu mereka terpaksa melarikan motornya belok kanan dan berhenti tak jauh dari perempatan untuk melihat keadaanku. Lalu Isa datang, kami ngobrol mencari penyebabnya, sampai akhirnya kami coba memeriksa tangki bensin, ternyata benar bahwa tangkinya kosong. Aku awalnya kurang yakin karena gejala yang ditimbulkan bukanlah seperti motor kehabisan bensin pada umumnya. Akhirnya Isa-Arif coba mencari bensin eceran, namun tak kunjung ketemu.
Yah, terpaksa motornya ku bawa ke pom bensin terdekat bagaimanapun caranya, dorong capek, untung ada Isa-Arif, akhirnya mereka menggandengku sampai ke pom bensin. Selama di jalan Isa cerita bahwa, jika tidak ada kejadian ini, keikutsertaan mereka seolah ga ada artinya. Lalu si Isa bilang bahwa aku ikut yang kaya’ di TV itu loh, ketik reg spasi mama..:lol: Mengapa? ini karena seolah-olah aku tau kalo akan ada kejadian kaya’ gitu, sehingga aku setengah memaksa mereka untuk ikut. Untung ada mama Lauren
Capedeh…
0 Responses to “Untung ada mama Lorent”