Bismillahirrohmanirrohim..
Bener ga sih title postingannya?? Maksudnya memulai dari akhir. Ini adalah percikan isi khotbah jum’at kemaren yang ku tangkap. Jum’at lalu ku putuskan untuk sholat di MSU, biasanya di masjid depan kosan. Saat khotbah, aku tertarik sekali dengan apa yang khotib sampaikan, suaranya jelas, lantang, dan menarik untuk di dengar. Pertama beliau menceritakan tentang ada seorang pemuda yang lari dari mobil nya yang kemudian dibakar oleh sekelompok pemuda. Alasannya sepele, karena dia tak sengaja menyenggol salah seorang pemuda tersebut. Itulah cerita pembukanya.
Lalu beliau masuk ke bagian inti, yaitu tentang memulai dari akhir. Kita semua seharusnya telah menetapkan sebuah tujuan yang jelas, apa yang ingin kita dapatkan dalam hidup ini, apa yang kita inginkan saat kita mati nanti, dan apa yang kita ingin setelah kita mati nanti. Apakah saat mati kita ingin disebut orang yang bermanfaat, dan sebagainya. Setelah kita menetapkan tujuan akhir, lalu kita tentukan langkah-langkah yang bisa mengantarkan kita ke sana.
Lalu topik selanjutnya yang disinggung adalah masalah moral para pemuda yang dihubungkan dengan cerita pembuka tersebut. Bagaimana seseorang tidak mampu mengendalikan dirinya sehingga mengajak orang lain melakukan tindakan tidak benar.
Orang yang bisa mengendalikan diri akan bisa membedakan antara tindakan yang sangat penting, penting, dan agak penting, atau bahkan tidak penting. Orang tersebut hanya melakukan tindakan yang menurutnya sangat penting, itulah ciri-ciri orang yang mampu mengendalikan dirinya untuk mencapai tujuan akhirnya tersebut. Jadi pada saat kita ingin melakukan sesuatu, tanyakanlah pada diri kita, apakah itu sangat penting? penting? agak penting? atau bahkan tidak penting? Ketika seseorang melakukan hal yang agak penting atau tidak penting, maka dia telah gagal. Saat ia melakukan hal yang penting saja, maka dia belum mampu memaksimalkan usahanya.
Wah..wah..wah.. Sudah terlalu banyak tindakan yang tidak penting yang aku lakukan.. apakah tujuan hidupku bisa tercapai ya? Apakah masih bisa merubah diri? ya Allah kuatkanlah hambamu yang lemah dan bodoh ini…
0 Responses to “Start from the end”