03
Mar
09

Teringat Masa Kecilku

Bismillahirrohmanirrohim…

Sebenarnya ini merupakan lanjutan dari episode sebelumnya, yaitu 2 superhero.. Kenapa dibilang lanjutan, karena sebenarnya waktu aku teringat tentang keluarga, aku juga teringat tentang masa kecilku. Hanya jika disatukan rasanya kurang pas aja.

Ok, Said kecil biasa dipanggil Al. Itu adalah nama panggilanku sedari kecil hingga SMP, baru sejak SMA dipanggil Said sama teman-teman di sana. Tak banyak yang ku ingat tentang masa kecilku, karena aku memang seorang yang mudah lupa. Kebanyakan yang kuingat adalah kenakalan yang pernah ku buat. Kalau di pikir-pikir itu cukup mengerikan.. :evil:

Puncak kenakalanku adalah saat SD. Saat SD-lupa sejak kelas berapa- aku sudah mengenal rokok. Bisa dibilang akibat pergaulan yang salah, aku ikut-ikutan merokok. Orang tuaku tak pernah tahu tentang hal itu. Biasanya kegiatan itu aku dan teman-temanku lakukan di belakang rumah teman-temanku, dimana ada semacam tempat peristirahatan kecil. Di sanalah kami biasa berkumpul dan ngerokok. Kebanyakan teman-temanku waktu itu tetap merokok hingga kini. Alhamdulillah aku telah lepas dari ini sejak SMP.

Selain merokok aku juga pernah mencuri, hal ini kami lakukan dengan sangat terencana. Sebelum beraksi kami menyusun strategi dengan matang, lalu pergi ke toko dan menjalankan aksinya. Sebenarnya yang dicuri bukanlah barang yang terlalu mahal, hanya berupa dompet anak-anak dan semacamnya. Gila.. Gila.. Waktu SD aku dan teman-temanku juga pernah demo ke rumah seorang supir truk yang melanggar bola kaki kami hingga pecah lalu tidak mau mengganti, hingga akhirnya diganti.

Aku pernah dihukum guruku karena pernah main yang ga jelas, yaitu memecahkan botol-botol di belakang rumah guruku. Aku juga pernah dihukum lagi karena menyiram mata temanku dengan pasir, dan berbagai kenakalan lainnya.

Disamping kenakalanku, aku juga cukup berprestasi, dan dikenal sebagai anak yang baik. Dari kelas satu SD hingga 3 SMP aku ga pernah bergeser dari juara 1 kelas. Juara umum hanya lepas dari tanganku 1 kali saat SMP. Aku dikenal ga pernah belajar, hampir ga pernah berada di rumah, karena habis pulang ke rumah langsung pergi main dan baru pulang hampir magrib. Besoknya mau UAN aku masih asyik-asyiknya nonton bola di lapangan dekat rumahku. Orang tuaku emang jarang nyuruh aku belajar karena kalo di uji sama mereka biasanya aku bisa jawab, jadi aku ada alasan buat ga belajar..hehe.. Waktu kecil katanya aku pandai berpantun dan berpuisi. Aku ingat, aku pernah tampil di panggung dalam sebuah acara membawakan puisi, namun bakat itu ga berkembang saat sudah besar, karena emang aku ga tertarik di seni.

Dari kecil aku juga sudah dibiasakan dengan mengatur keuangan pribadi. Dari SD aku sudah dikasi jajan perbulan, kalo ga salah waktu itu aku dikasi satu bulan 30 ribu. Saat SMP naik jadi 200 ribu. Uang jajan itu bukanlah sekedar untuk jajan di sekolah tapi untuk kebutuhanku yang lain. Jika aku ingin beli baju misalnya, maka aku harus menggunakan uang itu, mau beli mainan juga terserah. Dengan uang itu aku pernah beli bet pimpong waktu SD ato SMP yang cukup mahal bagiku, yaitu 180 ribu, ga pake minta ke orang tuaku. Bet itu sekarang tinggal di Batam, dan lupa ditarok dimana..Hehe…

Satu yang benar-benar aku syukuri adalah karena semua kenakalan saat SD bisa aku lepaskan ketika masuk SMP. Padahal kebanyakan teman-temanku kelihatan semakin parah, minum-minum, pacaran, kalo bulan puasa pada ga puasa, dan sebagainya. Alhamdulillah Allah masih menyayangiku. Alasan kenapa aku bisa bebas dari itu semua bukanlah karena dinasehati, ato dimarahi orang tua, karena mereka sepertinya tidak tahu tentang itu. Namun lebih banyak karena karunia Allah dan Proses Berfikir tentang baik buruknya sesuatu. Aku senang memikirkan sesuatu, apakah itu baik atau buruk, mengapa orang bilang ini buruk, mengapa ini baik, dan sebagainya. Memang inilah karunia Allah atas manusia, manusia diberikan akal untuk berfikir, hanya kebanyakan manusia malas menggunakannya untuk mencari tahu kebaikan dan tanda-tanda kebesaran Allah.

Aku juga masih ingat, di saat SMP budaya pacaran sedang meraja lela, kebanyakan teman-temanku pada pacaran, dan akhirnya aku tetap tidak. Hehehe.. aku lucu ketika ingat saat aku “ditembak” temanku lewat surat, namun kutolak.. :D Saat itu aku telah mampu berfikir, untuk apa pacaran, itu bukanlah cinta yang sebenarnya. Jika cinta seharusnya mereka saling menjaga, bukan menjerumuskan seperti itu.

Ini semua kutulis bukanlah untuk membeberkan aib, tapi bagiku ini benar-benar lucu, dan sangat bermakna. Aku merasa bahwa kekuatan fikiran itu sangat penting. Orang yang mampu berfikir, insyaAllah dengan rahmat Allah akan Dia tunjukkan kebenaran dan kebaikan padanya. Semoga pemikiranku selalu dirahmati Allah sehingga bermanfaat.

Terakhir kupersembahkan sebuah laguku untuk 2 superheroku..

Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung
Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu

Kau ingin ku menjadi
Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

Andaikan detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewati


3 Responses to “Teringat Masa Kecilku”


  1. March 3, 2009 at 2:15 pm

    Hiiyyy….
    Kayaknya klo kamu skrg msh nakal kyak dulu,, bsa dpstikan aku gak akan mau dh betemen sma kamu…

    Syereeem…….
    Hihi…

    huahuahua.. ga donk.. kan sekarang uda baik..ckck

  2. 2 relawanmuslimah
    March 6, 2009 at 8:09 am

    sebenarnya, allah uda nyediain wahana untuk kita mengambil hikmah & pelajaran. dan wahana yang paling dekat dengan kita adalah diri kita sendiri.

    kita semua manusia pasti punya kesalahan.bahkan nabi Adam juga melakukan kesalahan & langsung ditegur oleh Allah. yang penting kita gak biarin kesalahan menghambat cita2 kita sebelum berupaya memperbaikinya. bahkan kita lebih sering belajar dari kesalahan kan?

    tiap orang punya jalan hidupnya sendiri2. dan smua orang bertanggung jawab atas nasibnya masing2.
    abang kenal diri abang hampir selama 20 tahun. dan abang tau persis bagaimana menghadapi diri abang sendiri.

  3. 3 relawanmuslimah
    March 6, 2009 at 8:15 am

    @ kak isa baik sekali anak itt

    haha..kak isa ada2 aja…
    bertemu dengan seseorang bukanlah pilihan hidup, tapi takdir yang harus kita lewati dalam hidup. Allah lah yang mengatur perjalanan hidup ini.

    Allah mempertemukan kita dengan bang said, pazti ada tujuannya. Sampai akhirnya kita tahu masa lalu bang said, itu juga ada tujuannya. Saya aja baru ketemu bang said hampir 4 tahun yang lalu, gak dari bang said masih kecil, itu pasti ada tujuannya. Saya duluan kenal bang said lho dari pada laskar daskom, itu juga pasti ada tujuannya. terus, saya yang duluan kenal, ternyata cuman bisa 1 tahun sama-sama 1 gedung pendidikan, sedangkan laskar daskom punya banyak waktu, itu juga ada tujuannya. Termasuk saya bisa kenal kak isa dan yang lainnya, itu pasti ada tujuannya. Mungkin supaya kita bisa lebih menghargai hidup.


Leave a Reply