Ramadhan Terakhir…

Lama sudah tak menulis, bukan karena alasan apa-apa, tapi semata-mata karena tidak istiqomah.. ya sudahlah..

Ramadhan kemaren adalah ramadhan pertama setelah 7 tahun saya tidak pernah memulainya di kampung halaman tercinta dan bersama keluarga tersayang. Kali ini saya full sebulan berpuasa di kampung, tentunya hal ini karena saya telah menyelesaikan perkuliahan di Bandung.

Ramadhan terakhir, semoga bukan untuk saya, saya masih sangat ingin bertemu Ramadhan-Ramadhan selanjutnya, karena Ramadhon kemaren masih terasa kurang bisa dioptimalkan ibadahnya. Sayang.. lagi dan lagi.. Tapi pasti suatu saat kita akan menemukan Ramadhan Terakhir itu.

Ini adalah cerita tentang seseorang yang telah membuat saya menangis saat mendengar cerita mengenainya sesaat setelah ia disholatkan.. Menangis karena sedih dan haru, namun ada sedikit perasaan bangga terselip. Kisah bermula ketika Ude Wan (panggila saya terhadapnya) terkena serangan strok akibat hypertensi, sehingga harus dilarikan ke Batam akibat peralatan yang tidak memadai di kampung. Sejak terkena strok, beliau koma, hingga akhirnya Allah cabut nyawa beliau tepat pada hari Senin subuh 11 Syawal 1431H. Hypertensi oh hypertensi, sudah banyak memakan korban. Ude kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan di kampung halaman. Pagi sekitar pukul 11 saya datang untuk melayat, harusnya lebih pagi, tapi saya benar-benar lupa, dan baru teringat saat paman terlihat pergi mengenakan peci.
Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.