Archive for the 'Islam' Category

13
Dec
09

BAHAYA RIYA’ DAN UJUB

Hmm.. tadi buka-buka file, eh nemuin tulisan ini. Ini adalah tulisan yang kususun waktu disuruh ngasi “ceramah” waktu Ramadhan kemaren. Karena hampir semua yang tinggal di kosanku kebagian sekali buat mengisi waktu antara Isya dan Tarawih. Karena terasa belum punya kapabilitas cukup untuk memberi “ceramah” secara spontan, jadi ku print dah apa yang ingin aku sampaikan. Ini juga hasil ngorek-ngorek kumpulan artikel, karena emang belum punya wawasan yang cukup hehe..Neh dia..

BEGIN
Assalamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh
Alhamdulillah, kita masih diberikan berbagai macam nikmal oleh Allah yang tak terhitung jumlahnya. Namun tak jarang kita lupa untuk mensyukurinya, bahkan tak sedikit dari nikmat-nikmat tersebut kita kufuri. Untuk itu marilah kita senantiasa memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa kita.
Tema malam hari ini adalah BAHAYA RIYA’ DAN UJUB
Ketahuilah bahwa sesungguhnya penyakit yang paling besar serta mematikan yang menimpa hati manusia, serta dapat menjadikan amalan-amalan sia-sia, juga merusak seluruh perbuatan manusia serta melahirkan kekerasan dan kekejian adalah ; Riya dan Ujub.
Riya adalah lawan dari ikhlas, yaitu menampakkan ibadah dengan maksud selain mendapatkan ridho Allah, sedangkan ujub adalah bangga pada diri sendiri.

Kita Akan bahas bahayanya satu persatu.
Continue reading ‘BAHAYA RIYA’ DAN UJUB’

10
Mar
09

Kajian Islam : Sabar

Bismillahirrohmanirrohim..

Ini ada sedikit ilmu yang ingin aku ikat. Ini adalah ringkasan dari audio kajian islam yang aku dengan kemaren hingga tadi. Sengaja ku sambil catat agar bisa dibuka-buka dan dibaca lagi ringkasannya.

Start Now..

Hidup di dunia, tidak lepas dari dua hal, yaitu mendapat nikmat dan mendapatkan musibah. Kedua hal tersebut sama-sama butuh kesabaran.

Ketika seseorang mendapatkan nikmat, maka ia butuh kesabaran yang lebih daripada tatkala ia mendapatkan musibah, kenapa?
1. dengan kenikmatan itu jangan membuat kita lupa kepada pemberi nikmat.
2. dengan nikmat itu hendaknya kita juga bersabar, hendaknya kita gunakan pada hal-hal yang diridhoi oleh pemberi nikmat itu.
3. hendaknya ia tidak sombong tetap tawadduk, tawarruk, menundukkan diri, dia gunakan apa yang Allah berikan padanya dalam rangka menegakkan kalimat Allah. Banyak yang mendapatkan nikmat merasa lebih tinggi daripada yang lain yang tidak mendapatkan nikmat tersebut.
4. hendaknya jangan lupa mensyukuri nikmat yang Allah berikan.

Continue reading ‘Kajian Islam : Sabar’

21
Feb
09

Nasehat seorang sahabat

Bismillahirrohmanirrohim

Berikut adalah kutipan pesan yang sering disampaikan seorang sahabat kepadaku. Beruntung sekali rasanya ada seseorang yang mau dengan senang hati mengingatkanku melalui pesan-pesan singkat. Semoga Allah membalas kebaikanya.

Semoga apa yang beliau sampaikan menjadi manfaat dan dapat ku kerjakan.

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Adapun Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam.” (HR. Muslim)

“Setiap kalimat yang baik adalah shadoqah. Begitu juga setiap langkah untuk melaksanakan sholat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Seorang muslim yang membantu muslim yang lain di dunia, Allah pasti membantunya dari huruhara di hari kiamat. Orang yang memudahkan orang lain yang sedang kesusahan, Allah pasti memudahkannya di dunia dan akhirat. Orang yang menutup aib orang lain di dunia, Allah pasti menutup aibnya di akhirat. Allah pasti menolong seorang hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim) Continue reading ‘Nasehat seorang sahabat’

31
Jan
09

Ahli Sunnah Wal Jama’ah

Assalamualaikum ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
Alhamdulilahi Rabbil ‘alamin, wash-shalatu was-salamu ‘alaa Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihihi ajma’in, wa ba’du

Istilah Ahlussunnah wal jamaah pada hari ini memang sering kali dipahami dengan cara yang kurang tepat oleh sebagian umat Islam. Padahal istilah Ahlussunnah wal jamaah adalah istilah yang telah disebutkan sejak masa Rasulullah SAW sebagai golongan yang selamat dalam aqidahnya. Sebagaimana kita dapatkan dalam hadits beliau:

Dari Muawiyah bin Abi Sufyan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Umat sebelummu dari ahli kitab terpecah menjadi 72 millah (aliran). Dan agama ini (Islam) terpecah menjadi 73. 72 diantaranya di neraka dan satu di surga. Yaitu Al-Jamaah.” (HR Abu Daud)

Dalam kitab syarah (penjelasan) Sunan Abi Daud yaitu kitab Aunul Ma’bud disebutkan bahwa yang dimaksud dengan al-jamaah adalah ahli Al-Quran Al-Kariem, ahli hadits, ahli fiqih dan ahli ilmu yang bergabung untuk mengikuti Rasulullah SAW dalam segala halnya. Mereka tidak membuat-buat bid’ah yang merusak, merubah atau membawa pendapat yang rusak.

Seolah-olah Rasulullah SAW sudah mengisyaratkan akan ada beberapa alur akidah yang menyimpang dari apa yang beliau ajarkan, sehingga beliau mewanti-wanti ummatnya agar tepat berpegang kepada ahlussunnah wal jamaah.

Ahlussunnah wal jamaah yang dimaksud oleh beliau tentu bukanlah nama dari sebuah organisasi baik berbentuk ormas atau orsospol. Juga bukan nama sebuah jamaah, kelompok, pengajian, perhimpunan atau forum sebagaimana yang kita sering dapati penggunaannya oleh beragam kelompok.

Istilah ahlisunnah wal jamaah digunakan oleh Rasulullah SAW untuk menyebutkan semua umat Islam yang secara aqidah berpegang teguh kepada apa yang beliau ajarkan (sunnah) serta yang diajarkan oleh para shahabat beliau (jamaah). Jadi apapun nama organisasi atau partainya, asalkan pemahaman aqidahnya sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW (yang diajarkan beliau) dan jamaah (apa yang diajarkan oleh para shahabat beliau), maka mereka semua adalah ahlus sunnah wal jamaah.
Maka nama-nama yang anda sebutkan seperti Muhammadiyah, Persis, Ahmadiyah, LDII, Islam Jamaat, Khurij dan ribuan nama lainnya bisa dikatakan sebagai ahlussunnah wal jamaah manakala mereka memiliki prinsip aqidah yang seusai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para shahabatnya. Sebaliknya, bila mereka mengajarkan aqidah yang menyimpang dari apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para shahabatnya, maka pada titik penyimpangan itu mereka bukanlah bagian dari ahlussunnah wal jamaah.

Misalnya, bila ada di antara jutaan organisasi itu yang mengingkari Allah SWT sebagai tuhan dengan segala nama dan sifat-Nya, atau mengingkari kenabian Muhammad, atau mengatakan adanya nabi sepeninggal beliau, atau mengingkari kebenaran Al-Quran dan hadits, atau mengingkari adanya hari kiamat, atau mengingkari keberadaan surga dan neraka, qadha dan qadar serta apa-apa yang Allah SWT tegaskan dalam kitab-Nya, maka itu adalah penyimpangan aqidah.

Mahzab Fiqih

Sedangkan di dalam aqidah umat Islam yang ahli sunnah wal jamaah ini, mungkin saja ada perbedaan teknis dalam masalah tata cara ibadah. Perbedaan ini sangat logis, wajar dan mungkin terjadi. Bahkan sudah terjadi sejak nabi Muhammad SAW masih hidup di antara para shahabatnya. Untuk itu lalu para ulama membuat metologi dalam memahami nash Quran dan Sunnah serta membuatkan ‘jalan’ bagi mereka yang ingin mendapatkan kesimpulan hukum dari sumber-sumber ajaran Islam itu. Jalan inilah yang kita sebut dengan mazhab fiqih. Adapaun bila metodologi yang berkembang berbeda-beda, adalah hal yang amat wajar sekali. Karena memang syariat Islam memberikan ruang untuk berijtihad di dalamnya.

Di antara contohnya adalah adanya perbedaan dalam masalah hukum qunut dalam shalat shubuh, jumlah bilangan rakaat tarawih, bacaan ushalli, zikir dengan suara keras dan berjamaah serta lain-lainnya. Semua itu adalah perbedaan yang bersifat fiqhiyah, bukan dalam hal aqidah. Jadi mereka yang berbeda pendapat dalam masalah itu sebenarnya tetap sama-sama termasuk bagian dari ahli sunnah wal jamaah juga.

Sedangkan yang dianggap keluar dari aqidah ahli sunnah misalnya bila punya pandangan bahwa semua agama sama, atau bahwa pemeluk agama selain Islam juga bisa masuk surga, atau pandangan bahwa hukum Islam itu tidak wajib diterapkan, memisahkan antara agama dengan kehidupan dunia dan pemikiran sesat lainnya. Semua ini termasuk paham sesat yang bisa mengeluarkan seseorang dari barisan ahli sunnah wal jamaah.

Semoga Allah menetapkan hati kita di atas nikmat hidayah yang telah dianugerahi kepada kita, Amien.

Wallahu A’lam Bish-Showab,
Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Ahmad Sarwat, Lc.

31
Jan
09

Bahaya Sinetron Religi

Assalamu’alaykum..

Berikut adalah sekelumit isi kajian islam yang aku dengarkan sejak tadi ba’da asyar. Sebenarnya banyak sekali ilmu-ilmu yang ingin ku ikat, tapi kali ini yang mampu ku tulis segini dulu, insyaAllah lain waktu akan ditambah lagi.

Sungguh ini sesuatu yang selama ini kurang disadari dan diberi perhatian oleh banyak orang (menurut pandangan dan pengetahuan aku). Bahwasanya sinetron religi yang banyak ditayangkan di televisi adalah suatu bentuk kedustaan terhadap agama (kata yang saya kutip dari isi kajian). Mungkin banyak yang beranggapan -termasuk saya- bahwa itu adalah suatu kebaikan karena sinetron tersebut mengarah kepada agama, namun setelah mendengar isi kajian yang akan saya kutip berikut, baru saya menyadari bahwa tidak demikian. Mengapa? Berikut penjelasan hasil kutipan isi kajian dengan bahasa yang sedikit diubah agar mudah dimengerti.

Sinetron tersebut mengumpamakan hal-hal yang ghaib, ini tidak dibenarkan dalam syari’at. Mengadakan kedustaan bentuk siksa-siksa Allah di dunia, ini juga tidak dibenarkan. Dari mana mereka mendapatkan pengetahuan tentang hal-hal yang ghaib, siksaan dari Allah terhadap si fulan yang melakukan ini atau itu? Ini adalah kedustaan dalam agama. Karena orang akan menganggap bahwa demikian Allah SWT akan membalas orang-orang sebagaimana kesalahan yang dicontohkan dalam sinetron tersebut. Banyak ulama berfatwa bahwa tidak ada kebaikan sama sekali bagi sinetron religion seperti itu, karena cukuplah ancaman bagi kita semua ancaman yang terdapat dalam Alqur’an dan Sunnah. Dan tidaklah anak kita menonton film tersebut  memberi manfaat kepada dia melainkan akan merusaknya. Karena di dalamnya ada contoh-contoh keburukan yang ditonton, bagaimana seorang pezina, bagaiman berjudi, bagaimana bersifat kufur, bagaimana berlaku maksiat, dijelaskan secara tidak sengaja. Keburukan tersebut akan lebih dicontoh oleh anak kecil. Tidak ada kebaikan sama sekali melainkan bagi orang-orang yang menjual agama dengan materi dunia.

Ini sekali lagi menguatkan keyakinanku bahwasanya kebaikan dan kebenaran bukanlah datangnya dari niat baik dan pandangan manusia, tapi dari Allah melalui Alqur’an dan Rasulullah melalui hadits.

26
Jan
09

Tata cara sholat sunah gerhana

Assalamu’alaykum

Tulisan ini terinspirasi dari sms temanku yang masuk beberapa menit lalu, yang memberitahukan bahwa katanya ntar sekitar jam 13.01 akan terjadi gerhana matahari cincin, untuk itu disunahkan untuk sholat sunah gerhana dan sekalian berdo’a untuk saudara-saudara kita di palestina. Itulah kurang lebih isi sms dari temanku. Walaupun pernah melakukan sholat sunah gerhana – waktu itu adalah sholat sunah gerhana bulan yang terjadi sekitar jam 3 subuh kalo ga salah- tapi jujur aja aku agak lupa tata cara sholatnya. Yah, mungkin karena sangat jarang dilakukan, klo sholat sunah idul fitri ato idul adha setahun sekali, sholat sunah gerhana belom tentu demikian.

Ok, ya udah tunggu apalagi, karena mumpung di depan laptop dan sedang ngenet, kenapa ngga sekalian browsing buat nyari gimana tata cara sholat sunah gerhana itu. Dan inilah hasil browsing tersebut, semoga dengan ini aku ga lupa lagi tata caranya..hehe..

o y, sebelumnya akan dijelaskan dikit mukaddimah tentang shoalat sunah gerhana, let’s check it out..

- Hukumnya adalah sunnah muakkad

- Waktunya adalah dari mulai gerhana hingga selesai

- Pelaksanaan secara umum adalah 2 rakaat dengan 4 ruku’ dan 4 sujud. Yaitu pada rakaat pertama, setelah rukuk dan iktidal membaca fatihah lagi kemudian rukuk dan iktidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.

- Berikut tata cara lengkapnya.

Continue reading ‘Tata cara sholat sunah gerhana’