2 Superhero….

Bismillahirrohmanirrohim..

Sedari pulang tadi pagi dari sekre HMIF, pikiranku terus membayangkan keluarga dan masa kecilku.. Jadi akhirnya kupikir, kenapa ngga’ ku posting aja di blog, semoga ingatan ini selalu bisa dinikmati hingga nanti…

Sambil naik sepeda menuju kosan aku terus berfikir betapa durhakanya aku. Bayangkan, dari 34 postingan, ga ada satupun yang menceritakan keluargaku secara khusus. Anak macam apa aku ini?? Maaf ya mak, maaf ya pak, kalau anakmu ini tak seperti yang kalian harapkan. Semoga nanti anakku tidak seperti aku, yang menomorsekiankan orangtuanya.. Ampun.. mak.. ampun pak..

Kali ini aku pengen cerita tentang orangtuaku, tentang betapa hebatnya mereka, tentang betapa kuatnya mereka, tentang betapa indahnya hati mereka, tentang cintanya mereka kepadaku, tentang betapa bangganya aku kepada mereka. Nama ibuku adalah Yang Nurhasanah dan bapakku Said Istachri. Mereka berdua adalah guru, bapakku guru SD, dan ibuku guru SMP. Wah,, bingung mulai dari mana nih,, banyak yang ingin kuceritakan, tapi susah nyusun ceritanya,, jadi ga pa2 ya kalo berantakan..😀

Aku manggil ibuku dengan panggilan “mak”, dan bapakku “pak”, tapi kalau menceritakan gini lebih enak jika digunakan kata sapa Ibu dan Bapak aja. Ibu dan Bapakku “hanyalah”-maksud hanyalah ini adalah dalam konteks penghasilan dari sebuah pekerjaan, karena tidak sedikit pekerjaan yang menghasilkan uang jauh lebih besar dari ini-seorang Guru. Maka sudah tentu penghasilan mereka tergolong biasa-biasa saja, dan mereka tidak punya usaha lain. Tapi sungguh, hati mereka benar-benar kaya.

Sejak SMA aku sudah sekolah di luar, itu artinya mereka perlu mengeluarkan biaya lebih untuk menghidupiku. Lalu kakakku berangkat kuliah, dan tak lama akupun begitu. Biaya kuliahku tergolong mahal, mungkin bagi banyak orang di sekitar kampungku, ini sangat mahal. Soalnya waktu mereka tanya biaya kuliahku berapa, dan setelah aku kasi tau, kebanyakan bilang “wah.. mahal betulll….”  Meskipun abangku kuliah ga bayar-karena kuliahnya di IPDN-, tapi tentu aja ibuku masih ngirimin uang buat dia. Dalam susah payah membiayai kami, tapi setahuku ibuku sering sekali membantu saudara-saudaraku yang lain. Dia juga bantu diriin usaha buat sepupuku di kampung. Tak terbayangkan olehku, dari mana mereka dapat uangnya??? Ngerampok?? Haha..haha.. Kalo ga salah sih mereka minjam ke bank.. Huhu.. aku jadi terharu.. Aku tahu bahwa mereka ga semampu kelihatannya, tapi mereka ga pernah nunjukin itu. Lihat saja, di sini banyak temen-temenku yang bilang kalo aku kaya’ orang kaya, padahal kebanyakan mereka lebih kaya dari aku. Bukan aku gengsi dan suka gaya, tapi aku diajarkan untuk tidak menunjukkan seolah-olah kita orang tidak mampu. Aku ingin sekali punya sikap dermawan seperti mereka, dan aku mencoba menerapkannya. Bukan tidak menghargai materi, tapi memberi itu lebih baik daripada sekedar memiliki.

Ibuku paling ga suka ngomong ga da uang, atau ngaku sebagai orang susah, atau semacamnya. Kalo aku kaya, mungkin aku sudah pake mobil, atau minimal motor di sini, tapi karena ku tahu itu berat, aku ga pernah minta dibeliin. Tapi, kalo ku pikir-pikir lagi, apa yang mereka kasi tiap bulan dan lain-lain, jika mereka ngasi lebih kecil dari biasanya, sangat sudah cukup buat beli motor…😀 Ya, bagiku sangat tidak masalah, karena itu memang bukan kebutuhan utama, kalo itu utama, pasti mereka sudah beliin tanpa aku minta… Aku yakin itu.. Hampir tiap nelpon ibuku ngingetin buat makan yang enak, jangan pelit dengan uang, kalau kurang akan ditambah.. Sering sekali beliau ngomong seperti itu, dan tentu saja aku menolak untuk ditambah, karena jujur saja aku malu kalau mereka sampai menambah uang jajanku. Sudah sebesar ini bukannya membantu tapi malah memberatkan. Apalagi waktu dengar cerita dari pak Haji waktu ngaji rutin di kosan, bahwa sebenarnya kewajiban orang tua membiayai anaknya adalah sampai dia akil balig-kira-kira 15 tahun-, kalau setelah umur 15 tahun masih dibiayai, maka itu bukan kewajiban namanya, tapi kebaikan.  Hick..hick..hick.. Tambah haru dee…

Ibuku sangat senang bisa membantu orang, meskipun terkadang sempat aku berpikir, kaya’nya kita deh yang perlu dibantu.. Tapi ya itulah beliau, hatinya sungguh mulia. Kalau bapakku orangnya memang terlihat kaku, gaptek, kolot, tapi jujur, ni orang hatinya lurus bener. Kalau jalan sama beliau, tiap ketemu orang selalu menyapa duluan, mau orang lebih muda, apalagi lebih tua. Dia mungkin ga ngerti kehidupan modern, tapi itulah yang membuatnya tetap apa adanya, tidak terpengaruh dengan kegelapan dunia saat ini. Beliau adalah guru SD, sudah lama sekali mengabdi di SD tersebut, dan beliau pernah ditanyai mau apa tidak jika diangkat jadi kepala sekolah, dan jawabannya ga mau. Alasannya simpel aja, ribet, pusing kalo jadi kepala. Mungkin bagi sebagian orang posisi itu diperebutkan, tapi beliau menolaknya mentah-mentah. Subhanallah.. Mereka memang benar-benar orang kampung, yang tidak memperhatikan kekayaan materi, yang penting bahagia, anak bahagia dan bisa sekolah, bisa bantu orang lain, udah. Apalagi yang diharapkan kata mereka? Dulu waktu nenek masih ada, ibukulah yang selalu menjaga beliau, meskipun akhirnya ada adik iparnya yang membantu mengasuh nenek. Saudara-saudara yang lain emang kebanyakan jadi orang, tapi mereka tinggal di kota. Duh..duh..duh.. aku pengen yang jadi istriku juga punya sifat baik seperti ibuku..

Aku masih ingat, dulu aku sempat menangis waktu SMA, waktu itu aku lagi liburan dan pulang ke kampung. Aku menangis karena mengingat apakah nanti aku bisa kuliah apa tidak? Karena sepertinya ibuku tidak bisa menabung karena harus membiayaiku sekolah di Batam. Kalau aku SMA di kampung, mungkin ibuku bisa menabung cukup banyak fikirku. Ya.. lagi..lagi.. tetap saja akhirnya aku bisa Kuliah, di kampus yang tergolong mahal ini pula…

Orang tuaku, sangat percaya padaku, dalam memilih sesuatu mereka sepenuhnya menyerahkan padaku. Makanya aku tidak mau mengecewakan mereka…(tapi tetap aja malas kuliah,, dasar tidak bertanggung jawab… hehe.. itukan dulu.. sekarangkan uda rajin..:mrgreen: ).

Hubungan aku dan ibuku seperti teman saja, kami sangat dekat, terkadang saat ditelpon aku menggunakan bahasa “awak”-awak adalah bahasa yang biasa digunakan menyapa teman- untuk menyapa ibuku. Tidak jarang waktu telpon cerita-cerita lucu, yang paling kusuka adalah cerita tentang nikah. Aku sering bilang kalo aku mau nikah sama orang Uzbekistan, buat merubah keturunan..hehe.. tapi kalo ibuku bilang sama orang sekampung aja, biar ibu ga susah pergi jauh-jauh,, kalo lebaran juga pulangnya ke satu tempat..haha.. Trus dia bilang, calon istriku harus lulus tes verifikasi sama ibuku,,haha.. Ayo.. ada yang berani??? Ibuku jago masak-suka masak buat acara-acara gitu-, jago nyuci-sekarang nyuci sendiri-, jago bersih-bersih-ga butuh pembantu tuh di rumah-, baik hati, tidak sombong, disayang banyak orang, tapi tegas kalo lagi ngajar di kelas.. hayo..hayo.. siapa yang bisa lolos ya?? Ibuku juga bilang, calon istriku harus seperti ibuku, setia ngurus suami, mau ngurusi mertua, ga macam-macam, sederhana, dan lain-lainlah..haha…. Tapi 100 % aku setuju dengan yang beliau katakan, itu bukanlah syarat yang berlebihan menurutku. Yang lebih seneng lagi waktu beliau cerita, ntar kalo aku dapat istri jahat, trus waktu ibuku sakit, istriku ga mau ngurusin, trus ibuku ditarok di panti jompo..hahaha…. kami ketawa-ketawa deh… mak..mak.. ade ade aje…hehehe.. Aku ga akan seperti itu bu. Kalo istriku seperti itu, maka akan aku Kick dia…👿

Hmm.. satu lagi yang lucu namun mengharukan,, mereka suka bercanda waktu aku pulang liburan SMA, atau sekarang kuliah. Candaannya seperti ini ” biarlah kami makan kepala labak (jenis ikan kecil), asal engkau dapat kuliah”. Itu memang bukan mereka katakan dengan wajah serius, tapi aku mengerti betul maknanya.

Banyak lagi sepertinya keindahan hati ibuku dan bapakku yang mungkin terlupakan. O y, barusan saat nulis ini, aku lagi-lagi merasa haru… gini ni ceritanya.. Kemaren aku dapat gaji jadi Asprak, lumayanlah, trus kejadian selanjutnya HPku hilang. Dan akhirnya aku beli lagi yang harga 300 ribu, ya ga masalahlah bagiku, kan ada uang gaji. Aku ga pernah minta ganti sama ibuku, karena itu salahku dan aku lebih dari mampu untuk beli HP sendiri dengan uangku.. Eh, tadi tiba-tiba waktu dikasi tau bahwa uang telah dikirim sebanyak uang bulanan ditambah 300 ribu, aku kaget, lalu aku nanya, koq lebih, buat apa? Katanya itu untuk beli HP kemaren,, ya Allah, ku bilang,, aku ada duit koq, kenapa dikirimin?????? Lagi-lagi aku merasa jadi anak kecil lagi.. yah, ga papalah, itu karena mereka sayang dan memperhatikan aku. Padahal aku sama sekali jujur tidak mengharapkan diganti. Ya, itulah mereka…. Kalo mereka orang kaya, mungkin aku yang minta-minta..hehe..

KALO MEMANG HARUS DILAHIRKAN KEMBALI DAN AKU BISA MEMILIH, MAKA AKU AKAN MEMILIH UNTUK DILAHIRKAN DI KELUARGA INI. Bukan keluarga Trump, ato Bill Gets, ato Aburizal Bakri…

O ya, ada hal menarik nih, di keluarga besarku, katanya aku dan kakakku adalah cucu terbaik… Hore..hore.. Kalo dipikir-pikir iya juga sih, yang lain lebih parah semua..hehe.. Nenekku sepertinya paling sayang padaku, dia pernah memberikan uang kepadaku sebelum aku kembali ke Batam, dan jumlah uangnya tidak sedikit, aku kaget. Nenek lagi ga pikunkan? nenek ga salah lihatkan? karena nenekku memang sudah tua dan terkadang pikun. Dan dia bilang tidak, dia sengaja memberikan uang sejumlah itu kepadaku. Walaupun akhirnya aku kasi lagi ke ibuku buat dipake untuk keperluan nenek, karena rasanya aku ga pantas aja menerimanya. Terus pernah juga dia nyimpan makanan untukku, sementara ada cucunya yang lain minta ga dikasi coba… Ya Allah.. Nenek-nenek,, semoga dapat kemuliaan di sisi-Nya..

Kemaren waktu ngaji rutin di kosan, pak Haji cerita, bahwa gurunya seorang kiyai punya anak belasan orang(kalo ga salah 18) dari 2 istrinya. Kaget juga dengernya, 18 coba… Dan yang lebih mengagetkan lagi, semua anaknya jadi orang, pendidikan terendah ke-18 anaknya adalah S2. Subhanallah.. Sampai cucunya semuanya tidak satupun yang tidak jadi orang. Lantas pak haji sempat nanya ke gurunya itu, kira-kira apa yang membuat anak cucunya bisa berhasil seperti itu. Pak kiyainya bilang dia sangat menjaga agar makanan yang dikasi ke anak-anaknya adalah makanan yang halal dan baik. Mendengar cerita itu, aku jadi senang. Mengapa? Karena aku yakin makanan yang dikasi oleh orangtuaku adalah makanan yang halal lagi baik, mereka “hanyalah” 2 orang guru yang polos, yang ga ngerti namanya korupsi, ditawari jabatan saja ga mau. Aku yakin aku akan berhasil jadi orang berguna seperti anaknya pak kiyai tersebut.. Yakin!!! Semoga ya Allah,, kabulkanlah.. Agar aku bisa membahagiakan orang tuaku… Aku sempat melihat keluargaku yang lain yang jauh-jauh lebih punya dari keluargaku, dalam keberlimpangan harta, namun tidak sedikit persoalan mengerikan ada di sana. Aku bersyukur sekali punya keluarga sederhana namun penuh keberkahan.. Keberkahan, itulah yang aku yakini ada di keluargaku, sehingga mereka mampu memaksimalkan apa yang ada untuk kebaikan..

Itulah secuil kisah 2 orang superheroku.. semoga aku tidak akan lupa atas semua kebaikan mereka.. dan semoga aku bisa membalas dengan yang lebih baik, dan aku yakin banyak lagi superhero-superhero yang selalu memberikan kasih sayang tulusnya untuk buah hati.


4 Comments on “2 Superhero….”

  1. 10041990 says:

    alhamdulillah..mungkin kalo lahir jadi anak konglomerat, manusia bisa saja tak lagi menghargai usaha orang tua…
    niat baik slalu ada aja jalan dari allah,,(hahaha,,jadi ingat nasib ku dulu), jadi kalo kita mau kuliah, naik haji, nuntut ilmu,, meski tak sekaya orang lain, BUKAN BERARTI KITA GAK BISA MENCAPAI BAHKAN LEBIH DARI ITU…( wah ini sih penuh luapan esmosi..hehehe)

    “ntar kalo aku dapat istri jahat, trus waktu ibuku sakit, istriku ga mau ngurusin, trus ibuku ditarok di panti jompo..”

    HARUS BANG..emang harus di kick!!! (oppzz…sori ya wanita2 yg pada ngebaca,,bukannnya mau mendukung pria) tapi seorang ibu gak pernah bisa digantiin ama siapa pun.kalo istri bisa dicari kan?! nah, peringatan nih, mumpung yang pada belum nikah, jangan ampe, aduuuhh…jangan sampai kalian (kalian? saya juga termasuk maksudnya) mengatakan “pilih mana? aku-istrimu atau ibumu?” beuuh coba aja bilang kalo tuh laki2 masih waras mestinya dia pilih tuh ibunya,,kecuali kalo dia buta (buta hati)
    1 hal lagi ni (yah kok jadi semangat begini? sori bro, mumpung time nya paz bangett, emang ini yang udah belasan tahun dipelajari & jd bahan renungan, cuma mau nyampein slalu gak ketemu kondisi yg tepat–yang ada malah dibilang dewasa sebelum waktunya, jadi bro, sabar aja kalo saya malah agak emosi ini)..1 hal ya…wanita kalo dah nikah, itu yg mesti didahulukan antara ortu ama suami, ya suami…tapi maaf, harus sadari ini bahwa: kedudukan ortu gak bisa diganti ama istri khusus untuk pihak suami…

    “Kalau bapakku orangnya memang terlihat kaku, gaptek, kolot, tapi jujur, ni orang hatinya lurus bener. Kalau jalan sama beliau, tiap ketemu orang selalu menyapa duluan, mau orang lebih muda, apalagi lebih tua. Dia mungkin ga ngerti kehidupan modern, tapi itulah yang membuatnya tetap apa adanya, tidak terpengaruh dengan kegelapan dunia saat ini.”

    –> percayalah saudara2,,bapak bang said baik pisan…orangnya murah senyummm…mungkin keramahan&murah senyumnya lebih dari yg bisa kalian bayangkan…

    saya sih bukan sok tau, tapi emang pernah merasakan sekali gimana minta ampun dan gegernya gak tahan ketemu seorang manusia yg sama sekali gak berhenti untuk tersenyum,,,
    masya allah,,
    [ini sungguh2 tidak lebay karna kenyataannya…jadi buat kita (khususnya saya yg mgkn agak kurang senyum),, harus meneladani yg sperti ini…

    yah sudahlah kepanjangan dah kan…

    semangat bro! hidup emang penuh perjuangan…

    hahahaha….

  2. arubanna says:

    sama,, orang tuaku juga guru dua2nya…
    hehe…

    terus knapa???
    ya gak papa….
    hwahaha…

    ntar klo dah ada calon yang mirip ibumu bilang2 ya,, klo undangannya ke batam jangan lupa tiketnya juga,, ongkosnya kan mahal…

    hihi….

  3. relawanmuslimah says:

    @ KAK ISA

    wah, kak isa kayaknya perlu nambah ongkos kirim tuh..coz..stelah nyampe batam harus naik ferry ke daek..
    kalo rohma sih, tinggal naek ferry aje..itu juga kalo diundang..hihihi

    @ said al faraby

    bg said said :”Aku sering bilang kalo aku mau nikah sama orang Uzbekistan, buat merubah keturunan..hehe.. ”

    –> wah, ck ck ck… coba lihat disini bro

    bg said said :”Aku masih ingat, dulu aku sempat menangis waktu SMA, waktu itu aku lagi liburan dan pulang ke kampung. Aku menangis karena mengingat apakah nanti aku bisa kuliah apa tidak?…..Ya.. lagi..lagi.. tetap saja akhirnya aku bisa Kuliah, di kampus yang tergolong mahal ini pula…”

    –> coba lihat di RENCANA TUHAN ITU INDAH

    SMOGA BERMANFAAT

  4. relawanmuslimah says:

    bismillahirrahmanirrahim

    assalamu’alaikum wr.wb

    abang, yang sabar ya bang, smoga allah senantiasa mamuliakan almarhum bapak..

    kita sama2 berdoa smoga rahmat dan ridhoNya snantiasa terlimpah untuk ayahanda Said Istachri…

    abang yang tabah, yang semangat,, jagain mak, dan wujudin keinginan dan cita2 bapak yang belum terwujudkan..
    insyaallah abang bisa..

    ketika allah mencintai seseorang hamba, maka allah akan mengujinya, bila ia sabar maka allah akan memilihnya.. (HADITS)
    tidak ada balasan bagi hambaKu yang mukmin jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia, kemudian ia sabar, melainkan sorga (HR.Bukhari)

    smangat ya bang, laa tahzan innallaha ma’akum..ssungguhnya allah bersama mu akhi…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s