Akhirnya Ke Syari’ah Juga

Bismillahirrohmanirrohim..

muamalat

Kemaren rabu, 4 Maret 2009 sekitar pukul 14.30 aku berangkat dari ITT minjam motornya isa untuk pergi ke buah batu. Ngapain? Aha… Kali ini tujuanku adalah sebuah bank yang berada di sebelah kiri jalan yang warna khasnya ungu, ialah Bank Muamalat. Hmm.. sebenarnya uda lama niat pengen pindah ke bank syariah, cuma karena kemaren masih ada keperluan dengan bank konvensional, yaitu pembayaran kuliah secara autodebet, jadi masih diurungkan. Walaupun sebenarnya aku kurang yakin bahwa tu alasan termasuk suatu yang darurat… Tapi ya sudahlah, alhamdulillah sekarang sudah benar-benar bisa membuka rekening di bank Muamalah. Sekarang tinggal menutup rekening bank konvensional yang sebelumnya.

Mengapa pengen pindah ke bank syariah?
1. Karena ingin menjauhi subhat. Menabung di bank konvensional mendapat tanggapan yang berbeda dari kalangan ulama, ada yang mengharamkan, namun ada juga yang masih memperbolehkan. Menurut aku hal menabung di bank syariah menjadi suatu hal yang meragukan kehalalannya, sehingga minimal bisa digolongkan kepada sesuatu yang subhat (kalo belum yakin bahwa itu haram). Mengapa banyak kalangan ulama termasuk MUI mengeluarkan fatwa bahwa proses yang ada di bank konvensional haram? Setahu aku karena memang sistemnya belum menggunakan sistem bagi hasil seperti yang dianjurkan syariat, makanya dikatakan masih melakukan praktek ribawi.

2. Mudah-mudahan bisa membantu perekonomian islam yang pada akhirnya memajukan perekonomian Indonesia. Dengan menabung di bank syariah sama saja kita berkontribusi dalam penegakan syariah islam di muka bumi.

3. Fitur yang ditawarkan oleh bank konvensional dan yang aku butuhkan juga disediakan oleh bank syariah, jadi sepertinya tidak ada alasan untuk tetap bertahan di bank konvensional bagiku.

Beberapa fitur yang ditawarkan oleh bank syariah dalam hal ini bank Muamalat (karena aku membuka rekening di sana) antara lain :
-Kartu ATM : penarikan tunai di lebih dari 8.800 jaringan ATM BCA dan ATM Bersama diseluruh Indonesia 24 jam non stop.
-Sebagai Kartu Debit untuk berbelanja di 18.000 merchant berlogo Debit BCA.
-Fasilitas Phone Banking 24 jam ; informasi saldo, histori transaksi, rubah PIN, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran ZIS, dll.
-Fasilitas pembayaran zakat otomatis.
-Fasilitas pembayaran otomatis (autodebet) tagihan bulanan Anda (telepon, listrik, HP, dll)

Dan yang menarik bagiku adalah bahwa penarikan tunai bisa dilakukan di ATM BCA dan ATM Bersama tanpa dikenakan biaya apapun. Biaya administrasi transaksi perbulan hanya Rp.3500,- bandingkan dengan biaya kartu atm perbulan yang dikenakan oleh bank konvensional yang aku gunakan sebelumnya yaitu sekitar Rp. 9000,- an. Tidak ada batas minimal saldo untuk melakukan transaksi. Penyetoran dapat juga dilakukan di kantor Pos.

Seperti yang aku baca dalam sebuah blog, ketika MUI mengeluarkan fatwa bahwa Ajinomoto haram, maka orang berbondong-bondong meninggalkannya, bandingkan ketika MUI mengeluarkan bahwa bunga bank itu riba, yang artinya haram, berapa banyak umat yang pindah ke bank syari’ah?

O ya, sebelum diakhiri aku ingin sedikit mengutip ayat yang berkaitan dengan riba. Semoga ini bisa menambah wawasan kita tentang syari’at Islam.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya .(Al-Baqarah : 278-279)

Dan sebuah hadits :

Rasulullah saw melaknat pemakan riba, yang memberi, yang mencatat dan dua saksinya. Beliau bersabda : mereka semua sama. ( HR. Bukhori no 2084 Bab Al-Buyu`)


8 Comments on “Akhirnya Ke Syari’ah Juga”

  1. arubanna says:

    lhoo,, al, bagian yang kamu ke BIP itu gak diceritain???
    hihihi…..

    :D:D

    itu bagian off the record

  2. suryopranoto says:

    hidup kapitalisme, hidup bunga, yeeaaaahhh……….

    huhuhu… wekk..wekk.. awas kalo ikut-ikutan ya..:mrgreen:

  3. relawanmuslimah says:

    wah rusak ni mas suryo!

    perlu di ralat tuh mas

  4. pedyanto says:

    Ayo berantas riba, mulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat sampai negeri tercinta:

    http://sinauislam.wordpress.com/2009/03/03/kampung-anti-riba-1/

    sepakat pak, smoga berkah ALLAH untuk Indonesia

  5. relawanmuslimah says:

    assalamu’alaikum

    bang,
    silahkah klik disini

    kita akan lihat, betapa Allah udah mengatur hidup ini dengan sebaik2nya..Dan betapa cuma Allah yang tahu apa yang terbaik buat makhluk-Nya…

    jazakallah khairan..

    menuju TKP

  6. relawanmuslimah says:

    yahhh..nuju tkp sih nuju tkp..tapi gak ada apresiasinya..minimal senyum begitu (baca dgn gaya kiwil…)
    hahaha

  7. bilhasryramadhony says:

    yuppy, aku juga nabung di bank syariah
    sistem kapitalis, telah didesaign sedemikian sehingga
    seluruh orang dapat tunduk terhadap sistem tersebut
    salah satu taringnya yang akhirnya terlihat adalah adanya krisis global
    keep in syariah

    yeee.. ternyata uda banyak ya yang berpindah ke syari’ah.. ayo.. siapakah orang beruntung berikutnya???😀

  8. boi says:

    klo menurutku sih Id, tetep saja itu bukan bank syariah, knapa?
    karena bank tsb berada di bawah naungan bank konvensional(BI), yg tidak memakai syariah. Dalam artian, secara langsung maupun tidak langsung bank tsb juga bergantung pada bank pusat(BI).
    sedangkan BI berada di bawah naungan sistem yg bukan menerapkan syariat Islam alias demokrasi. Sampai sini kmu mungkin bisa merenungkan sendiri.

    Jadi klo ingin menabung di bank syariah, perjuangkan dulu tegaknya syariah.hehe…sotoy banget yak gw


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s