Success is a mindset

“Success is a mindset. It is not a journey, nor a destination. It is already within you” by Jennie S. Bev

Dalam buku berjudul mindset sukses karangan Jennie S. Bev dijelaskan arti sukses yang mungkin berbeda dengan yang banyak dipahami kebanyakan orang pada umumnya. Menurut saya cukup menarik untuk sedikit dibeberkan di sini. Dia (penulis) yang juga seorang motivator wanita asal Indonesia melalui bukunya tersebut berusaha untuk mencuci otak kita mengenai arti sebuah kesuksesan, dan itu memang terang-terangan dikatakannya di awal.

Banyak yang mengartikan kesuksesan dengan kaya, dapat isteri cantik, tinggal di rumah mewah, naik pangkat, populer, dan sebagainya yang kurang lebih berhubungan dengan uang dan status sosial. Nah si dia pengen menjelaskan sebuah makna sukses yang jauh lebih luas dan berbeda dari yang di atas. Berikut beberapa pemikirannya.
Pertama, semua orang ingin sukses, tidak ada yang mau jadi pecundang. Intinya siapapun dia, semalas apapun dia, semiskin apapun dia, tentu punya keinginan untuk menjadi sukses versi dirinya. Mungkin dengan bermimpi punya mobil mewah dan sebagainya.

Kedua, apa sih arti kata “sukses” itu? Nah, kata sukses sering sekali digunakan, misalnya “selama ya sukses ujiannya” atau “sukses ya pernikahannya”. Sebenarnya apa sih kata sukses?

Ketiga, “sukses” sudah sedemikian sering disalahartikan, sehingga ternyata sering kali bukan “sukses” yang dikejar, namun mobil bermereka maupun rumah yang megah, alias “akibat/konsekuensi dari sukses.” Sukses dalam arti sebenarnya bukanlah bersifat materialistis, namun bersifat spiritual filantropis. Begitu kata si dia.

Terakhir, Sukses selalu berdiri sendiri. Ia bersifat internal. Sukses dapat kita jumpai saat ini juga di dalam diri kita, di dalam hati kita, lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ia bisa dibarengi dengan materi dan kedudukan, namun bukan sebaliknya.

Baru baca dikit sih, cuma uda lumayan banyak hal baru yang di dapat. Semakin percaya diri aja bahwa kita semua bisa sukses, tergantung bagaimana kita bisa menggali kesuksesan dari dalam diri kita, bukan mengejarnya di luar.

Berikut adalah tips sukses dari buku tersebut.
1. Sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset.
2. Mindset adalah keyakinan teguh yang menjadi dasar dari respons-respons dan interpretasi yang dimiliki oleh seseorang. Ia adalah tulang punggung segala tindakan yang benar, yang akan mengantarkan Anda ke Pundak Gunung Kesuksesan.
3. Sukses bukanlah milik segelintir orang yang memang “beruntung” untuk menjadi orang sukses, karena semua orang di dalam diri adalah diri yang sukses.
4. Saya adalah sukses, sukses adalah saya. Sukses berada di dalam diri. Kekayaan dan status soaial di dalam masyarakat adalah akibat atau konsekuensi dari sukses yang diproyeksikan ke luar.
5. Mindset sukses bisa dibangkitkan dengan berbagai cara. Cara paling dasar adalah menggunakan kata-kata positif pemacu dan visualisasi.
6. Kata-kata pemacu dan visualisasi yang paling evektif adalah membayangkan diri yang berkelimpahan serta murah hati (senang berbagi) kepada orang yang sungguh-sungguh membutuhkannya.
7. Ucapkanlah kata-kata pemacu dan visualisasi 10 kali setiap satu jam. Dalam sehari, lakukan 16 periode yaitu tiap satu jam. Lakukan terus selama satu tahun tanpa henti. Jadikan ini menjadi kebiasaan baru, seperti menggosok gigi dan mandi.
8. Lakukan proses perubahan mindset ini dengan hati yang relaks dan rela. Tidak ada rasa keterpaksaan dan tidak ada rasa terburu-buru sama sekali.
9. Kunci untuk menjadi bebas secara finansial (kaya) adalah memiliki mindset sukses yang diproyeksikan dengan benar, yaitu dengan dibarengi oleh kesadaran akan memberi secara spiritual dan filantropis.

Begitulah kira-kira sekilas isi buku tersebut, yang saya cuplik dari bagian awal-awalnya saja. Semoga bisa memberikan arti baru bagi kita mengenai sebuah kesuksesan.


One Comment on “Success is a mindset”

  1. ranystarry says:

    weh, saya sukses komen di blog kak Said😀

    spiritual filantropis maksudnya apa yah??

    Filantropi dari bahasa Yunani, philein, “cinta” dan anthropos, “manusia”, adalah tindakan seseorang yang mencintai sesama (manusia) sehingga menyumbangkan waktu, uang, dan tenaganya untuk menolong orang lain (WIKI). Klo spiritual filantropis yah, dihubung-hubungkan ajalah, aku juga ga begitu paham, tapi yang jelas sesuatu yang bukan materialistis, maksudnya gitu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s