Senang terus galau namun berujung bahagia part 1

Uda lama banget nih ga nulis, baru ganti themes wp, siapa tahu themes baru semangat baru..🙂

Yang ditulis berikut ini merupakan salah satu episode penting dalam hidup saya. Setelah melewati fase-fase genting saat akan mengakhiri dunia perkuliahan dulu, dan alhamdulillah, akhirnya berhasil menyambet gelar ST, maka otomatis saya masuk dalam fase tak tentu, yaitu mencari pekerjaan. “Pokoknya pengen kerja di perusahaan yang bonafit, yang gajinya lumayan, dan ga mengharuskan saya berkutat dengan dunia komputer dan perkodingan, saya ga mau jadi autis“, itulah sepenggal tekat yang saya sematkan dulu di awal-awal masa pencarian. Bagaimana akhirnya? Berhasilkah saya menggapai tekat tersebut? Hmm.. lanjut boy..

Seperti kebanyakan job seeker pada umumnya, kegiatan rutinnya, ya melihat info lowongan kerja, mengunjungi job fair, masukin lamaran, dan yang paling utama adalah menunggu. Tapi semua itu dilewati dengan senyuman, karena saya tidak sendiri, tapi banyak teman senasib seperjuangan yang menemani. Di awal saya sudah memasang target untuk mencari perusahaan yang gajinya lumayan, harapan saya bisa jadi karyawan perusahaan telekomunikasi gsm dengan pelanggan terbanyak di Indonesia, atau saya juga pengen jadi karyawan perusahaan listrik cabang Batam, karena dekat dengan kampung halaman. Pada saat itu, perusahaan pertama lagi buka lowongan, tapi perusahaan lagi tidak membutuhkan jasa S1 Informatika. Selanjutnya apalagi kalo bukan buru-buru masukin lowongan di perusahaan pertama.

Babak penyisihan dimulai! Kegiatan rutin pada babak ini adalah ikut psikotes, kadang belajar dikit, naik Travel, cari referensi di google, wawancara HRD, jalan-jalan, wawancara User, bolak-balik Bandung-Jakarta, tes kesehatan, dan menunggu. Setelah mengikuti berbagai seleksi dari beberapa perusahaan, hasilnya ada yang lanjut, tapi ada juga yang gagal. Alhamdulillah perusahaan telekomunikasi yang iklannya si Sule itu masih lanjut, setelah wawancara HRD di Bandung, terus wawancara User di Jakarta. Suka duka dilewati dengan senyuman, nyasar waktu nyari kosan teman di Jakarta+pulsa Habis+jalan kaki lumayan jauh+tas beratnya minta ampun, terus demam tinggi waktu akan wawancara User di Perusahaan Teklomsel *bukan nama sebenarnya, untuk selanjutnya kita sebut saja perusahaan Telkomsel, eh salah perusahaan T saja tak menyurutkan niat saya untuk memberikan yang terbaik, semangat dan dukungan teman-teman menghapus semuanya..haha.. Dan Alhamdulillah saya lolos ke tahap medical check up. Alhamdulillah, alhamdulillah, mungkin memang kehendak Allah saya jadi karyawan di perusahaan ini *pikiran waktu itu.

Tibalah saat penantian panjang tak berujung. Ya, penantian pengumuman lolos tidaknya hasil medical check up dari perusahaan T. Oh ya, saya tidak hanya ikut tes di perusahaan ini saja lho, tapi saat itu saya aktif ikut seleksi di 3 perusahaan, dua lainnya adalah yang punya jaringan ATM Bersama dan sebuah perusahaan pembuat Smart Card. Perusahaan terakhir saya lepas karena kurang sreg akan ditempatkan sebagai programmer, perusahaan sebelum terakhir Alhamdulillah setelah melewati wawancara User yang mengerikan, saya dibantai dan tak berkutik, namun akhirnya dinyatakan lolos dan tinggal menandatangani kontrak kerja, jika jadi kerja di sini, maka saya akan berkantor di Jakarta Pusat tepatnya di menara Thamrin🙂. Alhamdulillah, sekarang saya sudah ada cadangan, tinggal nunggu dari perusahaan T yang belum juga ada kabarnya. Setelah mendekat deadline waktu penandatanganan kontrak perusahaan ATM Bersama, perusahaan T juga belum memberikan kabar, dan saya pun galau. Namun saat itu, walaupun saya sangat menginginkan kerja di perusahaan T, tapi ya sudahlah ambil saja yang ada di depan mata, mungkin emang rezekinya di sini. Dan saya pun bersiap untuk penandatangan kontrak, packing dikit di Bandung, bersiap langsung kerja, dan berangkat ke Jakarta dengan kereta api tut tut tuuuuut. Namun di perjalanan ke Jakarta saya ditelpon ibu yang intinya menyarankan saya untuk tetap menunggu perusahaan T, dan konsekuensinya saya harus melepaskan perusahaan ATM Bersama tersebut. Ok, saya lebih percaya feeling seorang ibu hehe.. Dan saya pun akhirnya menolak menandatangi kontrak tersebut.

Masa-masa galau berlanjut, penantian akan perusahaan T terasa semakin membingungkan, apalagi ada beberapa teman satu perjuangan saat tes telah mendapatkan kepastian, “dan aku terus menunggu”. Karena tidak jelas kapan pengumumannya dan di Bandung tidak ada kegiatan sehingga membosankan, akhirnya saya putuskan untuk pulang dan menunggu di sana, sekalian melepas rindu dengan masakan-masakan emak yang super lezat.

Dua bulan ku menunggu. Selama itu hari-hari ku lewati dengan datar, dengan rutinitas yang sangat mirip. Bangun pagi, makan, nonton tv, sholat zuhur, makan, nonton tv, sholat Ashar, dan yang paling ditunggu-tunggu ialah Futsal. Walaupun tak jarang bercengkrama dengan keluarga, sepupu-sepupu yang masih kecil, jalan-jalan ngantar emak ke pasar, les private 3 orang adik sepupu yang masih SD dan SMP, dan lain-lain. Sungguh kurang produktif, cukup membosankan, dan sedikit malu karena pengangguran.


One Comment on “Senang terus galau namun berujung bahagia part 1”

  1. RH says:

    pertamax..

    like this:mrgreen:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s