Mari bermimpi

Sudah lama ga nulis.. mungkin gaya bahasa pun uda ga konsisten dengan postingan sebelumnya… huff..

Sudah setahun kata mimpi sering terfikirkan dan terucap. Mimpi, entah kapan mulai menjadi sesuatu yang bermakna dalam hidupku. Rasanya dulu aku tak terlalu akrab dengan kata mimpi.. Apalagi bermimpi…

Sekarang aku mulai suka bermimpi, suka memikirkan makna mimpi, suka merenungkan pentingnya punya mimpi, yang dulu tak pernah kuhiraukan, apalagi ditanamkan..

“Mimpi terus berkembang”… inilah kira-kira jawaban yang kulontarkan ketika ada yang bertanya kapan lanjut kuliah.. Kok belum lanjut? Haha.. jawaban macam apa itu.. Sejak kapan mimpi menjadi tersangka dan terdakwa.. Tapi, mungkin itulah yang paling mendekati kenyataan. Mimpiku terus berkembang. Dimulai dari ingin kerja kantoran, tidak pernah punya keinginan untuk jadi dosen awalnya, apalagi lanjut kuliah. Perlahan kenyataan hidup berubah, aku memilih jalan hidup sebagai dosen, yang InsyaALLAH belum pernah kusesali. Mimpi mulai berkembang. Aku ingin lanjut kuliah S2.. Antara ingin dan harus. Ok, lanjut dikampus sajalah, kan dekat, dan sama sajalah. Namun perlahan, belum sempat niat tersebut terwujud, mimpi berkembang lagi yang membuat aku meninggalkan keinginan sebelumnya. Kenapa ga coba di kampus tetangga sebelah kebon binatang :)? Hitung-hitung menambah cakrawala berfikir, bertemu dengan orang baru, lingkungan baru, dan sederet alasan lain yang membenarkan mimpiku tersebut.. Ok, akhirnya kuturuti, dan daftarlah di sana..

Singkat cerita, alhamdulillah setelah mengikuti serangkaian tes, dinyatakan diterima.. Eh, si mimpi malah berkembang lagi. Sekarang dia pengen aku kuliah tanpa bayar, alias dengan beasiswa. Maka jadilah daftar program di kampus yang sama, yang jalur beasiswa. Singkat cerita lagi, setelah bolak balik ngurus berkas dan ujian, dinyatakan lulus. Alhamdulillah wa syukurillah.. Eh eh eh, dia minta yang lain lagi. Sekarang dia membisikkan di kepalaku pertanyaan “Kenapa ga coba di luar? Minimal kau sudah pernah mencoba, urusan berhasil atau tidakkan terserah Allah.” Entah kenapa, tapi aku selalu patuh sama si mimpi, hingga akhirnya tidak jadi kuliah lagi.. Huff.. Teman se kontrakan ada yang sudah lulus, ada yang sudah semester dua dan membicarakan thesis, dan aku masih berkutat memenuhi persyaratan untuk mencoba di luar.

Persiapan itu memang melelahkan, tapi juga menantang. Rasanya aku belum pernah memikirkan, membayangkan, memimpikan sesuatu selama ini.. Berbulan-bulan aku membayangkan tinggal di negeri nun jauh di sana. Tentu sebuah perantauan yang menarik dan menantang. Bela-belain minta izin kerja satu bulan buat memperbaiki bahasa inggris yang belepotan tentu bukan perkara mudah. Mimpi sungguh memberikan kekuatan besar.. Semoga Allah memberikan kekuatan yang lebih besar, kesabaran tak berbatas, serta kebijaksanaan yang tinggi kepadaku jikalau suatu hari mimpi itu tak mampu terwujud.

Yang jelas, aku mengambil pelajaran penting dari episode hidup kali ini, bahwa mimpi tak hanya mampu memberikan kekuatan yang besar, tapi juga menunjukkan arah dalam melangkah, sehingga tidak terseok-seok tak tentu arah..

Pernah ku berandai, suatu saat akan kembali ke kampung halaman dan bercerita tentang pentingnya mimpi kepada anak-anak di sana. Sesuatu yang tak pernah ku punya dulu. Anak kampung seperti aku, tak pernah diajari untuk bermimpi, apalagi menggantungkan mimpi yang tinggi. Aku merasa rugi, karena baru punya banyak mimpi sekarang.. Tapi semoga tidak ada kata terlambat untuk bermimpi, dan berbagi mimpi…πŸ™‚

Mari bermimpi…


5 Comments on “Mari bermimpi”

  1. the_nr says:

    sy adalah salah satu orang di dunia ini, yang begitu yakin benar bahwa kamu akan bisa memenuhi semua mimpi2 itu, kata2 ini bukan untuk menghiburmu, tetapi sy yakin karena sy tahu benar kemampuan kapasistasmu untuk memenuhi semua mimpi2 itu…

    koor internal
    2007-2008

    • prajuritillahi says:

      Kak arkan gimana nih kuliahnya? Kaya’nya master duluan nih, dari saya.
      Saya jadi bersemangat nih untuk ngejar kalian-kalian yang udah duluan. Mas hilal uda rencana buat S3..πŸ™‚
      Ayo kak, entar abis S2, lanjut S3, biar bisa nerusin jalan hidup …………………….. hehe

      • the_nr says:

        sepertinya bukan hal substantif ntuk gelar, sy hanya kuliah hanya ingin menambah kapasitas diri, supaya bisa lebih banyak dalam berkontribusi pada kebaikan…

  2. prajuritillahi says:

    Hmm.. sepakat. Semoga dengan niat baik itu, bisa meningkatkan semangatnya dalam berjuang mencari ilmu. Kalau begitu S3 nya diganti cara bacanya pake bahasanya cinca laura..πŸ™‚

  3. kalo kata Muhammad Assad, “Kalau emang dibolehin ke sana, pasti Allah akan mempermudah segala sesuatunya. Kalau gk dibolehin, coba berdoa lagi ke Allah minta dipikirin lagi karena saya pengen banget kesana”πŸ˜€


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s